Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Anomali Arkan: Dari Dicemooh hingga Nomor Satu

Anomali Arkan: Dari Dicemooh hingga Nomor Satu

Deddykris | Bersambung
Jumlah kata
29.0K
Popular
100
Subscribe
6
Novel / Anomali Arkan: Dari Dicemooh hingga Nomor Satu
Anomali Arkan: Dari Dicemooh hingga Nomor Satu

Anomali Arkan: Dari Dicemooh hingga Nomor Satu

Deddykris| Bersambung
Jumlah Kata
29.0K
Popular
100
Subscribe
6
Sinopsis
18+PerkotaanSupernaturalMengubah NasibZero To Hero
Di Balik Sujud Sepertiga Malam Di tengah keriuhan kota Depok dan kepulan asap KRL Commuter Line, Arkan hanyalah seorang pemuda biasa yang sering dipandang sebelah mata. Sejak kecil, ia akrab dengan cemoohan; dianggap "lemot" dan tidak punya masa depan. Namun, dunia tidak tahu bahwa Arkan memiliki sebuah "rumus rahasia" yang melampaui logika manusia, sebuah ritual spiritual yang ia namakan: Read n Pray. Perjalanan hidup Arkan adalah sebuah anomali. Dengan kekuatan membaca kalam-Nya (Read) dan bersimpuh di sepertiga malam (Pray), ia berhasil membalikkan takdir. Dari seorang anak yang diragukan, ia bertransformasi menjadi lulusan terbaik Fisika IPB yang mampu memahami korelasi antara keteraturan alam semesta dengan kebesaran Sang Pencipta. Namun, iman dan kesabarannya diuji saat ia menapaki karier sebagai guru honorer. Sebuah fitnah keji menghantamnya—ia dituduh mencuri uang study tour siswa. Di titik nadir, saat semua orang memojokkannya, Arkan tidak membalas dengan amarah. Ia justru merapal rumus kehidupan paling kuat: Sabar + Tahajud = Pertolongan. Puncaknya, Arkan harus berjuang menempuh ujian PNS di bawah tekanan mental sebagai tersangka pencurian. Di saat itulah, keajaiban langit bekerja. Arkan tidak hanya meraih peringkat pertama dalam ujian nasional tersebut, tetapi sebuah rekaman CCTV yang tak terduga mengungkap kebenaran dan membersihkan namanya. Kisah ini tidak hanya tentang ambisi dan karier, tetapi juga tentang pencarian tulang rusuk. Di sebuah perpustakaan kota, Arkan bertemu dengan Nayara, gadis sederhana yang menjadi jawaban atas doa-doa panjang di setiap sujudnya. "Read n Pray" adalah sebuah kisah inspiratif tentang pembuktian bahwa dunia mungkin menilai kita dari kecerdasan intelektual (IQ), tetapi Tuhan menilai kita dari intensitas sujud. Sebuah pengingat bahwa jika kau membaca kalam-Nya dan bersimpuh di hadapan-Nya, maka semesta akan meluangkan jalan untukmu. Data Karya: Judul: Read n Pray Penulis: Deddy Krisyanto Tema: Religi, Inspirasi, Perjuangan Hidup, dan Romansa. Pesan Utama: Keajaiban perpaduan antara usaha keras (belajar) dan kekuatan doa (Tahajud).
BAB 1: Mimpi di Atas Debu Margonda

Matahari Depok tahun 2008 tidak pernah kenal kompromi. Panasnya terasa menyengat, bercampur dengan debu jalanan yang beterbangan tertiup angin dari arah proyek pembangunan ruko yang menjamur di sepanjang Jalan Margonda. Di sebuah SD negeri di pinggiran kota, Arkan duduk di pojok kelas, menatap papan tulis dengan dahi berkerut. Baginya, angka-angka matematika di depan sana tampak seperti sandi rumit yang sengaja diciptakan untuk menyiksanya.

“Kan, bengong mulu lo. Kesambet penunggu pohon beringin depan baru tahu rasa!” celetuk sebuah suara dari arah belakang.

Arkan menoleh, mendapati Rian—sang juara kelas yang bajunya selalu licin tanpa kerutan—sedang menatapnya dengan seringai meremehkan.

“Gue lagi mikir, Yan. Ini soal nomor empat, logikanya ke mana ya? Kok gue itung-itung hasilnya nggak ketemu di pilihan ganda,” jawab Arkan pelan, mencoba tetap ramah.

Rian tertawa kencang, memancing perhatian teman-teman sekelas lainnya. “Ya nggak bakalan ketemu kalau otak lo cuma segede bakso! Udah deh, Kan, mending lo fokus jualan es mambo aja kalau lulus nanti. Gaya-gayaan mau masuk SMPN 1 Depok. Mimpi!”.

“Huuu... Arkan mimpi ketinggian!” timpal teman yang lain. “Nilai tryout lo aja masih tiarap gitu, mau lawan anak-anak elit dari pusat kota?”.

Arkan terdiam. Ia tidak marah. Di Depok, ia sudah terbiasa dianggap sebagai anak yang "lemot" dan tidak punya masa depan gemilang. Namun, ada sesuatu yang tidak mereka ketahui. Di balik sikap tenangnya, Arkan adalah seorang 'penyerap' ilmu yang luar biasa gigih.

+4

“Yan,” Arkan justru mendekati meja Rian setelah tawa mereka mereda. “Ajarin gue dong soal matematika yang ini. Sumpah, gue penasaran banget caranya gimana.”.

Rian mengangkat alis. “Males ah, buang-buang waktu.”

“Nanti gue traktir cilok Mang Ujang depan sekolah deh. Dua bungkus, bumbunya campur,” tawar Arkan dengan senyum tulus.

“Dua bungkus ya? Beneran?” Rian tampak menimbang. “Oke, sini kertas lo. Perhatiin baik-baik, jangan cuma meleng. Gue jelasin cuma sekali, nggak ada siaran ulang!”

Sepanjang siang itu, di bawah kipas angin kelas yang berputar malas dan mengeluarkan bunyi cit-cit, Arkan memperhatikan setiap coretan pensil Rian. Ia menyerap setiap rumus bukan hanya dengan otak, tapi dengan keinginan untuk membuktikan bahwa takdir tidak bersifat statis.

“Tumben lo rajin banget, Kan? Biasanya jam segini udah lari ke lapangan bola,” tanya Firman, sahabat dekat Arkan, saat mereka sedang berjalan pulang menyusuri trotoar Margonda yang belum serapi sekarang.

“Gue pengen masuk SMPN 1, Man. Gue capek dibilang nggak punya masa depan cuma gara-gara nilai gue sekarang jelek,” ujar Arkan sambil menatap KRL Commuter Line yang melintas ke arah Bogor.

+1

Firman menepuk bahu Arkan. “Berat, Kan. Lo tahu sendiri saingannya se-Depok. Tapi ya udah, kalau itu mau lo, gue dukung. Tapi jangan lupa, jangan cuma belajar sampe tipes.”

“Gue punya cara lain, Man. Cara yang nggak dipunya si Rian,” bisik Arkan penuh rahasia.

+2

Malam harinya, saat Depok mulai mendingin dan suara jangkrik bersahutan di pinggiran sawah yang tersisa, Arkan tidak langsung tidur. Di kamarnya yang sempit dengan cahaya lampu temaram, ia membuka Al-Qur'an kecilnya. Suaranya yang masih agak cempreng remaja melantunkan Juz 30 dengan tartil yang ia jaga betul.

+4

Inilah ritual yang ia namakan Read n Pray. Membaca (Read) bukan sekadar materi pelajaran, tapi juga membaca kalam-Nya. Dan berdoa (Pray) bukan sekadar meminta, tapi merayu Sang Pemilik Ilmu.

+2

Saat jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari, Arkan terbangun. Ia membasuh wajahnya dengan air wudu yang terasa menusuk tulang. Di atas sajadah lusuhnya, ia berdiri tegak. Di sepertiga malam itu, ia menumpahkan segala ketakutannya akan masa depan, segala sakit hatinya atas cemoohan Rian, dan segala mimpinya untuk membahagiakan ibunya.

“Ya Allah, hamba memang bukan anak yang jenius. Tapi Engkau adalah pemilik segala ilmu. Berikan hamba sedikit saja dari luasnya ilmu-Mu agar hamba bisa membuktikan bahwa dengan-Mu, tak ada yang mustahil,” bisiknya dalam sujud yang panjang.

+1

Ia percaya sepenuhnya pada sebuah rumus yang ia temukan sendiri di tengah kesunyian Depok: Sabar + Tahajud = Pertolongan.

+1

Esok paginya, Arkan kembali ke sekolah dengan energi yang berbeda. Ia tidak lagi menunduk saat berpapasan dengan Rian.

“Gimana, Kan? Cilok kemarin masih ada sisanya di otak lo, atau udah keluar di toilet?” ejek Rian sambil menyampirkan tasnya.

Arkan tersenyum lebar. “Masih ada, Yan. Malah kayaknya nambah banyak. Siap buat kuis hari ini?”

“Gaya lo! Kita liat nanti siapa yang dapet nilai tertinggi,” tantang Rian.

Arkan hanya mengangguk. Baginya, kemenangan bukan untuk mengalahkan Rian, tapi untuk menaklukkan keraguan dalam dirinya sendiri. Ia tahu, selama ia menjaga ritual Read n Pray, semesta akan meluangkan jalan baginya.

Lanjut membaca
Lanjut membaca