Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Tejok Sang Tabib Hebat

Tejok Sang Tabib Hebat

Ilham Risa | Bersambung
Jumlah kata
34.7K
Popular
531
Subscribe
138
Novel / Tejok Sang Tabib Hebat
Tejok Sang Tabib Hebat

Tejok Sang Tabib Hebat

Ilham Risa| Bersambung
Jumlah Kata
34.7K
Popular
531
Subscribe
138
Sinopsis
18+PerkotaanSupernaturalPertualanganDokter GeniusHarem
Tejok Wiguna tak pernah menyadari kalau di dalam tubuhnya telah bersemayam pulung sakti yang menyatu di aliran darahnya. Tejok yang gagal menjadi murid kebanggaan gurunya akhirnya di usir dari rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama puluhan tahun. Tejok pergi melalang buana di alam liar. Sampai akhirnya dia dipertemukan dengan gadis cantik bernama Arimbi. Dan mulai saat itu perjalanan Tejok di mulai. Tejok dan Arimbi sama sama mempunyai keinginan untuk masuk ke perguruan Medis yang bernama Perguruan Tabib Sakti. Akankah Tejok berhasil masuk ke perguruan tersebut? Dan disinilah kisah hidup Tejok yang akan membuka identitasnya yang sebenarnya.
Dapat Pulung Sakti

"Aahhhh…! Pelan Pelan kang! Jangan kasar kasar!"

"Iya, ini juga udah pelan pelan. Sepertinya masih kurang pemanasan, si Jhony tidak mau bangkit dan gagah."

"Makanya, sebelum mulai pemanasan dulu. Kalau perlu aku akan mengemutnya seperti lolipop."

"Kalau begitu, ayo di emut dulu, biar bisa berdiri tegak."

Perbincangan yang abstrak terdengar samar-samar ditelinga seorang pemuda lusuh yang sedang duduk di depan kamar yang terbuat dari dinding Tepas.

Pemuda itu bernama Tejok yang usianya sudah menginjak 22 tahun tapi belum bisa menguasai ilmu apapun dari apa yang diajarkan oleh gurunya.

Tejok yang hampir setiap hari mendengar percakapan mesum dari pasangan suami istri yang berada di dalam kamar, hanya bisa terkekeh geli sambil menyeruput kopi hitam yang dia buat tanpa gula. Jujur saja, menurutnya pasangan suami istri tersebut benar benar tak tahu malu saat melakukan hubungan suami istri di dalam kamar.

"Hah! Dasar kakek tua mesum. Udah tahu burungnya berkerut, masih saja di paksa masuk ke sarang yang udah tua, wakkkkk…!" ejek Tejok terkekeh geli.

Setelah menyeruput kopi pahit yang sama pahit seperti hidupnya, Tejok langsung mengarahkan pandangannya menatap ke atas langit yang dihiasi bintang dan bulan.

Langit malam ini terlihat begitu cerah, tapi tidak secerah hati Tejok yang suram karena tidak mempunyai arah tujuan.

"Hah! Malam ini terlihat sangat terang, kira kira kapan aku bisa keluar dari desa sepi ini?" tanya Tejok kembali sambil menghembuskan nafas kasar.

Selama ini Tejok sangat ingin menjelajahi dunia luar yang bahkan belum pernah dia lihat. Hampir 20 tahun lamanya Tejok hidup di desa terpencil bersama pasangan suami istri yang dia panggil dengan sebutan guru, dan selama itu pula Tejok banyak belajar ilmu dari kakek tua yang menjadi gurunya, tapi herannya tidak satupun ilmu yang berhasil Tejok kuasai.

Dan Tejok sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa sangat bodoh dan juga lambat dalam memahami ilmu yang diajarkan oleh gurunya.

"Sebenarnya ada apa denganku? Kenapa aku tidak mempunyai kepintaran apapun? Sepertinya tidak lama lagi kakek bakal mengusirku dari rumahnya, karena aku tidak berhasil menjadi pewaris untuknya." gumam Tejok sambil menatap telapak tangannya sendiri.

Masih ingat dibenak Tejok, saat dia mendapatkan amukan dari gurunya karena tidak bisa menyelesaikan ilmu pengobatan yang diajarkan untuknya, dan detik itu juga Tejok mendapatkan hukuman di pukuli serta harus mengangkat air dari bawah bukit ke atas bukit rumah yang mereka tempati.

Bagi Tejok hidup dengan aturan keras sudah biasa dia alami, hanya nenek Asma saja yang baik pada Tejok dan selalu peduli padanya, sedangkan kakek Bahlul tidak pernah memperlakukan dia secara lembut, dan kakek Bahlul juga selalu memberikan kehidupan yang keras untuk Tejok.

"Aku akan memberikanmu satu kali lagi kesempatan, tapi kalau kau masih gagal juga maka mau tidak mau kau harus pergi dari rumah ini." ancam kakek Bahlul yang menari nari di benak Tejok.

Disaat Tejok tengah berada dalam lamunannya, tiba-tiba saja terdengar suara des*han yang muncul dari dinding berbahan tepas di belakangnya. Mendengar suara tersebut tentu saja membuat Tejok merasa risih.

"Ahhhh…..! Ahhhh…! Lagi dong kang, yang lebih kenceng."

"Baiklah sayang. Aku akan ngegas lebih kenceng lagi." jawab pria tua itu yang tak lain adalah kakek Bahlul.

Tubuh Tejok yang mendengar suara desahan dari kamar gurunya tiba-tiba saja berubah meremang, dia sendiri bahkan tidak tahu apa yang terjadi padanya. Semakin dia dewasa, adrenalin di dalam tubuhnya juga semakin melonjak naik.

Bahkan secara diam-diam Tejok sering sekali bermimpi basah tengah melakukan hubungan intim bersama seorang wanita cantik. Tejok yang mengingat mimpi tersebut langsung berkeringat dingin, perasaannya semakin gelisah dan pikirannya menjadi kotor.

"Sial! Apa yang aku pikirkan. Kenapa aku bisa berpikiran mesum seperti ini!" rutuk Tejok pada dirinya sendiri.

Karena merasa gerah Tejok memutuskan bangkit dari duduknya, lalu dia berjalan mendekati pohon besar yang ada di depan rumah. Dan disaat Tejok tengah memperhatikan ke arah atas langit yang terlihat cerah, tiba-tiba saja muncul cahaya berwarna hijau terang kebiruan yang langsung melesat cepat dan masuk ke dalam tubuh Tejok.

"Cahaya apa itu?"

Srekkkk…

"Aarrgghh! Apa ini? Kenapa tubuhku terasa panas?" tanya Tejok sambil merasa panas dan sakit di dalam tubuhnya.

Dan rasa panas itu tiba-tiba saja menjalar ke seluruh tubuhnya, mulai dari ubun ubun dada dan juga perut. Rasanya urat urat nadi di dalam diri Tejok mulai bereaksi begitu cepat, diiringi darah yang menyatu dengan cahaya berwarna hijau kebiruan yang ada di dalam tubuhnya.

Keringat dingin langsung mengalir deras di seluruh pori pori Tejok. Dia bahkan sampai memejamkan matanya dan berteriak keras guna melupakan rasa yang mendera dirinya.

"Aarrgghh….! Ada apa denganku? Benda apa yang masuk ke dalam tubuhku? Kenapa terasa sangat panas!"

Tejok sampai membuka baju yang dia kenakan dan bertelanjang dada. Hingga detik selanjutnya buku buku di tangannya serasa mau keluar, disertai otot yang menyembul di bagian lengan tangannya.

Tejok terkejut setengah mati melihat apa yang terjadi padanya. Kedua matanya membulat sempurna bahkan hampir keluar dari tempatnya.

"Tidak! Ada apa ini? Aku seperti memiliki kekuatan yang hebat, semangat baru dan dorongan untuk melakukan misi besar. Ya Tuhan! Apakah benda itu merupakan anugrah yang kau berikan padaku?" tanya Tejok sambil menatap kedua telapak tangannya yang kekar sempurna.

Dan menit selanjutnya perasaan Tenang dan damai mulai memenuhi relung hati serta pikiran Tejok. Setelah itu Tejok memutuskan untuk duduk bersila di bawah pohon besar guna merasakan kekuatan hebat yang berada di dalam tubuhnya.

"Ini benar-benar gila! Cahaya itu seperti kekuatan ajaib yang masuk ke dalam tubuhku? Apakah aku akan mati setelah ini? Atau aku akan berubah menjadi Gatot koco seperti yang sering Guru ceritakan padaku? Hah. Ini benar benar hebat." gumam Tejok tersenyum senang.

Namun setelah dia berhasil menetralkan kekuatan di dalam tubuhnya, tiba-tiba saja rasa pening yang hebat menyerang kepala Tejok hingga membuatnya pingsan tidak sadarkan diri. Hingga hampir satu jam kemudian.

Pukkk…pukkk…

"Tejok! Apa yang kau lakukan di sini? Bangun Tejok! Kenapa kau malah tidur di teras rumah?" tanya pria tua yang tak lain adalah guru Bahlul.

Tejok yang merasakan tepukan di lengan tangannya langsung bangkit dari tidurnya. Lalu dia menatap ke sekeliling di mana dia masih berada di depan kamar milik guru mesumnya.

"Loh! Kenapa aku ada di sini? Bukannya tadi aku ada di…?" tanya Tejok bingung sambil menggaruk rambutnya yang berantakan.

Sedangkan kakek Bahlul yang mendengar perkataan Tejok langsung memotong dan memarahi pemuda tersebut. Sudah sekian kalinya dia memergoki murid bodohnya menguping kegiatan panas yang dia lakukan bersama istrinya.

"Apa! Kau jangan sok bersandiwara Tejok! Pasti kau sengaja pura pura tidur di sini karena mau menguping kegiatan panas yang kami lakukan kan! Lihatlah, bahkan kau tidak menggunakan baju dan bertelanjang dada. Dasar murid mesum." tuduh guru Bahlul membuat Tejok semakin bingung.

"Hah! Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi? Masak iya apa yang ku alami barusan hanyalah mimpi? Sial. Kenapa hidup ku sangat membosankan!" omel Tejok sambil bangkit dari duduknya.

Lalu dengan langkah kesal Tejok melewati guru Bahlul yang terus mengomeli dirinya. Tejok bahkan tidak memperdulikan omelan yang keluar dari mulut tua bangka itu. Baginya kejadian tadi seperti nyata, tapi herannya dia tidak merasakan apa apa di dalam tubuhnya.

"Sial! Apa itu hanya mimpi? Bahkan tubuhku tidak ada yang berubah. Kasihan sekali kau Tejok, sangking inginnya menjadi kuat kau sampai bermimpi aneh seperti tadi." ejek Tejok kepada dirinya sendiri.

Lalu Tejok kembali melanjutkan tidurnya di atas papan yang menjadi tempatnya berbaring, semoga saja setelah ini mimpi itu akan kembali datang menemani malamnya yang begitu menyedihkan.

Lanjut membaca
Lanjut membaca