Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
SISTEM KEBERUNTUNGAN TUNGGAL : EVOLUSI TAK TERBATAS

SISTEM KEBERUNTUNGAN TUNGGAL : EVOLUSI TAK TERBATAS

Cainn44 | Bersambung
Jumlah kata
94.5K
Popular
336
Subscribe
43
Novel / SISTEM KEBERUNTUNGAN TUNGGAL : EVOLUSI TAK TERBATAS
SISTEM KEBERUNTUNGAN TUNGGAL : EVOLUSI TAK TERBATAS

SISTEM KEBERUNTUNGAN TUNGGAL : EVOLUSI TAK TERBATAS

Cainn44| Bersambung
Jumlah Kata
94.5K
Popular
336
Subscribe
43
Sinopsis
PerkotaanSupernaturalSistemKiamatKekuatan Super
Dunia yang dikenal Bagas (20 tahun) hancur dalam semalam ketika "Celah Langit" terbuka di atas langit Indonesia, memuntahkan ribuan monster haus darah yang kebal terhadap senjata api. Di tengah keputusasaan global, manusia menemukan satu-satunya cara untuk bertahan hidup: Mengkonsumsi Inti Monster. Dengan memakan jantung energi tersebut, manusia bisa berevolusi dan mendapatkan kekuatan super. Namun, cara ini sangat berisiko, menyakitkan, dan memiliki batas potensi yang ditentukan oleh bakat alami masing-masing individu. ​Di tengah jutaan manusia yang berevolusi secara manual, Bagas menjadi satu-satunya pengecualian. Sebuah suara mekanis muncul di kepalanya, memberikan ia "Sistem Keberuntungan Tunggal." ​Berbeda dengan para Evolver lain yang harus bertaruh nyawa hanya untuk sedikit peningkatan fisik, Bagas mendapatkan Poin Evolusi setiap kali ia menebas monster atau menyelesaikan misi mustahil dari sistem. Poin tersebut bukan untuk memperkuat ototnya secara langsung, melainkan untuk digunakan dalam Fitur Gacha Antar Dimensi.
1

Langit Jakarta yang biasanya berwarna biru pudar tertutup polusi, kini berubah menjadi merah darah yang mencekam. Bau besi perpaduan antara darah segar dan karat menusuk hidung Bagas. Pemuda berusia 20 tahun itu tersengal-sengal, punggungnya bersandar pada pilar beton yang sudah retak seribu. Di depannya, mal megah tempat ia biasanya nongkrong kini tinggal puing-puing berasap.

"Sial... ini benar-benar kiamat," bisik Bagas pelan. Napasnya pendek-pendek, mencoba menahan rasa sakit di bahu kirinya yang tergores cakar monster.

Baru dua jam yang lalu, dunia seolah berhenti berputar. Lubang-lubang hitam besar yang sekarang orang-orang sebut sebagai "Celah" muncul di angkasa. Dari sana, makhluk-makhluk yang hanya ada di film horor melompat turun, memangsa siapa saja yang ada di depan mata.

Bagas melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana orang-orang mulai berubah. Beberapa dari mereka, setelah berhasil membunuh monster kecil dengan peralatan seadanya, menemukan batu bercahaya di dalam tubuh monster itu—Inti Monster. Mereka memakannya, berteriak kesakitan, lalu tiba-tiba tangan mereka bisa mengeluarkan api atau tubuh mereka sekeras baja.

Dunia telah berubah menjadi permainan bertahan hidup. Dan Bagas? Dia merasa hanya seorang figuran yang menunggu giliran untuk mati. Berdasarkan pengamatan singkatnya, para Evolver (sebutan untuk manusia berkekuatan) rata-rata berada di Rank E. Mereka yang sangat berbakat mungkin mencapai Rank D dalam hitungan jam. Bagas merasa dirinya bahkan tidak sampai di Rank E. Dia hanya manusia biasa dengan sebuah pipa besi di tangannya.

GRRRRR...

Suara geraman rendah membuat bulu kuduk Bagas berdiri. Dari balik reruntuhan toko baju, muncul sesosok makhluk menyerupai serigala, namun ukurannya sebesar sapi dengan dua pasang mata yang menyala merah.

[Monster Terdeteksi: Shadow Wolf - Rank E]

"Hah?" Bagas mengerjap. Sebuah layar transparan melayang di depan matanya.

[Menginisialisasi Sistem Keberuntungan Tunggal...]

[Sinkronisasi Berhasil. Selamat bergabung, User: Bagas.]

"Sistem? Seperti di manhwa?" Bagas hampir tertawa histeris kalau saja serigala itu tidak melompat ke arahnya.

"Woy! Jangan sekarang!" Bagas berguling ke samping, menghindari terkaman maut itu. Pipa besinya menghantam lantai beton dengan dentang keras.

[Misi Darurat: Bertahan Hidup!]

[Target: Bunuh 1 Shadow Wolf.]

[Hadiah: 100 Poin Sistem & 1 Tiket Gacha Bronze (First Kill Bonus).]

Bagas menggertakkan gigi. "Kalau gue mati, nggak ada gunanya dapet tiket!"

Shadow Wolf itu berputar, cakarnya menggaruk aspal hingga percikan api muncul. Monster itu kembali melompat. Kali ini, Bagas tidak sekadar menghindar. Entah dari mana datangnya keberanian itu, mungkin adrenalin, dia mengayunkan pipa besinya sekuat tenaga ke arah kepala monster yang sedang melayang di udara.

TAK!

Pipa itu bengkok, tapi berhasil mengubah arah lompatan si serigala. Monster itu menabrak tumpukan manekin dengan keras. Bagas tidak membuang waktu. Dia berlari mendekat, menaiki punggung serigala yang masih linglung, dan menusukkan ujung pipa besi yang tajam karena patah tepat ke lubang telinga monster itu.

*AWOOOO—!*

Serigala itu kejang-kejang sebelum akhirnya ambruk tak bernyawa. Bagas terjatuh ke samping, napasnya berderu kencang, tangannya gemetar hebat. Tubuh serigala itu perlahan memudar menjadi abu, menyisakan sebuah batu kecil berwarna keruh di lantai.

[Misi Selesai!]

[Anda mendapatkan 100 Poin Sistem.]

[Bonus First Kill: 1 Tiket Gacha Bronze.]

[Peringatan: Level Anda saat ini adalah Rank E (Terendah).]

Bagas menatap batu di lantai itu. Itu adalah Inti Monster. Orang lain akan langsung menelannya untuk naik level ke Rank E yang lebih stabil atau ke Rank D. Tapi Bagas melihat layar sistemnya yang jauh lebih menarik.

"Gacha... moga-moga gue nggak ampas," gumamnya.

Dia menekan layar virtual itu. Muncul sebuah tab dengan empat pilihan kategori: Bronze, Silver, Platinum, dan Gold. Saat ini, hanya kategori Bronze yang menyala hijau.

[Gacha Bronze memerlukan 100 Poin atau 1 Tiket Bronze.

[Gunakan Tiket Bonus untuk melakukan tarikan pertama?]

"Gas!" teriak Bagas dalam hati.

Sebuah kotak kayu virtual muncul di depannya, bergetar hebat, lalu meledak menjadi cahaya keemasan yang menyilaukan. Padahal ini cuma tingkatan Bronze, tapi efeknya lumayan lebay.

[Selamat! Anda mendapatkan Skill Aktif (Rank SSS): "Instant Counter-Parry".]

[Deskripsi: Secara otomatis menangkis dan membalas serangan fisik lawan dengan kekuatan 10x lipat dari serangan asli. Tanpa cooldown. Syarat: Memerlukan konsentrasi minimal.]

Bagas melongo. Matanya hampir keluar. "Tunggu... Rank SSS? Di Gacha Bronze?!"

Dia membaca ulang deskripsinya. Jika tingkatan kekuatan di Bumi saat ini adalah E, D, C, B, A, S, SS, SR, SSS, SSR, hingga Demi God, maka dia baru saja mendapatkan teknik yang berada di puncak piramida dunia saat ini. Padahal status tubuhnya masih Rank E kroco.

"Sistem, lo serius? Gue Rank E tapi punya jurus Rank SSS?"

[Menjawab User: Sistem Keberuntungan Tunggal dirancang untuk memberikan keberuntungan mutlak. Namun, untuk mencegah User menjadi target perburuan global oleh Guild atau entitas kuat lainnya, Sistem akan mengaktifkan fitur "Low-Profile".]

[Fitur Low-Profile Aktif: Status luar User akan selalu terlihat sebagai Rank E. Skill "Instant Counter-Parry" akan terlihat seperti gerakan refleks biasa di mata orang lain.]

Bagas tersenyum miring. Ini sempurna. Di luar sana, dia mendengar suara ledakan dan teriakan. Dia mengintip dari balik reruntuhan dan melihat sekelompok orang berseragam hitam dengan logo pedang bersilang—itu adalah anggota Guild yang baru saja terbentuk secara instan oleh para konglomerat dan mantan militer.

"Ayo cepat! Ambil inti monsternya dan berikan pada Kapten! Kita harus memastikan Kapten mencapai Rank C hari ini!" teriak salah satu orang itu.

Mereka terlihat sombong, menendang mayat-mayat monster dan mengabaikan warga sipil yang meminta tolong. Bagas mengepalkan tangannya. Dia tahu, di dunia baru ini, bergabung dengan Guild berarti menjadi budak para petinggi atau sekadar umpan meriam.

"Gue nggak butuh Guild," gumam Bagas. "Gue punya gacha."

Dia berdiri, membersihkan debu dari jaketnya. Rasanya aneh. Tubuhnya masih terasa lemah, otot-ototnya masih seperti pemuda kuliahan biasa, tapi ada aliran energi dingin di sumsum tulangnya.

Tiba-tiba, dari arah langit, seekor monster burung raksasa Rank D (Iron Beak Bird) menukik tajam ke arah Bagas. Kecepatannya luar biasa, paruhnya yang tajam mengincar kepala Bagas.

Orang-orang Guild di kejauhan berteriak, "Woi, bocah! Lari! Itu Rank D!"

Bagas diam. Dia tidak lari. Saat burung itu tinggal satu meter dari wajahnya, pikirannya mendadak jernih. Dunia seolah melambat.

Sring!

Tanpa sadar, Bagas hanya mengangkat tangan kanannya sedikit, memutar pipa besinya yang bengkok.

BOOM!

Bukan Bagas yang hancur, tapi burung raksasa itu. Begitu paruhnya menyentuh pipa besi Bagas, kekuatan burung itu berbalik sepuluh kali lipat. Tubuh monster Rank D itu meledak di udara menjadi kepingan daging, hanya karena Bagas "menangkisnya" dengan santai.

[Anda membunuh Iron Beak Bird (Rank D).]

[Mendapatkan 500 Poin Sistem.]

Bagas menatap tangannya yang tidak lecet sedikitpun. Sementara itu, anggota Guild di kejauhan melongo.

"Apa yang terjadi? Dia membunuh Rank D dengan satu tangan?"

"Nggak mungkin... cek scannernya! Berapa Rank dia?"

"Cuma Rank E! Mungkin burung itu tadi memang sudah luka parah?"

Bagas tidak memedulikan ocehan mereka. Dia segera memungut Inti Monster burung itu dan menghilang di balik gang sempit. Dia punya 500 poin sekarang. Itu artinya lima kali gacha Bronze lagi, atau dia bisa menabung untuk Gacha Silver.

Perjalanannya baru dimulai. Di dunia yang sedang hancur ini, seorang pemuda dari Jakarta baru saja menemukan cara paling curang untuk menjadi Tuhan: Dengan menekan tombol "Spin".

Lanjut membaca
Lanjut membaca