Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
SPECIAL SQUAD

SPECIAL SQUAD

Cazashi | Bersambung
Jumlah kata
33.0K
Popular
100
Subscribe
0
Novel / SPECIAL SQUAD
SPECIAL SQUAD

SPECIAL SQUAD

Cazashi| Bersambung
Jumlah Kata
33.0K
Popular
100
Subscribe
0
Sinopsis
FantasiSci-FiPerangTeknologiKekuatan Super
SPECIAL SQUAD adalah sebuah organisasi rahasia yang mempunyai tujuan untuk membantu polisi Indonesia dalam membasmi kejahatan. Berisikan orang-orang terpilih yang diberikan senjata berkekuatan khusus. Kekuatan mereka setara dengan 100 pasukan polisi setiap orangnya. Raka seorang anak dari Jendral Kepolisian tidak menginkan dirinya mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang polisi. Namun paksaan dari ayahnya yang menginginkan dirinya menjari seorang polisi membuat dirinya terpaksa menjalani hari-harinya menjadi seorang polisi. Sampai akhirnya takdir mengatakan Raka tidak hanya menjadi seorang polisi tapi juga menjadi seorang anggota SPESIAL SQUAD.
BAB 1 : "DUA ORANG ASING"

Pada bulan Juli 2035 sebuah benda aneh dengan ukuran yang sangat besar muncul dikota Bandung. Benda tersebut berbentuk bundar dan terbuat dari logam yang sepertinya sangat solid sekali melebihi Tungsten logam terkuat saat ini. Warga sekitar mengerumuni benda tersebut untuk melihat benda itu. Namun, tak ada satu pun warga yang berani untuk mendekati benda itu. Tak lama kemudian polisi setempat datang dan mulai memberikan batas polisi disekitar benda itu. Seorang Polisi dengan pangkat Iptu bernama Rudi dan kedua rekannya mendekati benda aneh itu untuk menyelidiki benda tersebut.

Sekitar satu jam Iptu Rudi dan kedua rekannya menyelidiki benda tersebut. Namun, mereka tetap tidak bisa mengidentifikasi apa sebenarnya benda aneh itu. Akhirnya Iptu Rudi memutuskan untuk menyudahi penyelidikannya dan menyuruh anggota polisinya untuk membubarkan masa dan menyegel tempat disekitar benda tersebut agar tidak ada orang yang mendekatinya.

Seminggu berlalu setelah kejadian itu. Di markas besar kepolisian, ada dua orang datang untuk menemui Bapak Jendral Kepolisian. Seorang pria yang berwajah tampan dengan wajah yang terlihat kalem. Rambutnya pirang dengan potongan rambut yang rapih. Tubuhnya tidak terlalu tinggi namun padat berisi. Dia ditemani oleh seorang wanita dengan paras yang menawan. Berambut hitam dengan panjang sebahu yang diikat kebelakang. Kulitnya putih dan tingginya standar tinggi perempuan Indonesia. Dia juga menggunakan kacamata. Kebetulan Bapak Jendral sedang ada di ruangannya sehingga mereka berdua langsung diantar ke ruangan Bapak Jendral.

Sesampainya diruangan Bapak Jendral, Bapak Jendral menanyakan maksud dari kedatangan kedua orang itu. "Boleh saya tau siapa kalian? dan ada keperluan apa?". Kemudian pria tersebut menjawab "Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya Valeno dan ini teman saya Yolland. Maksud dari kedatangan kami berdua adalah untuk menawarkan diri kepada Bapak beserta seluruh pihak kepolisian untuk membantu dalam menjalankan tugas kepolisian yaitu mengamankan Negara ini" jawabnya.

Bapak Jendral sedikit terkejut dengan jawaban Valeno kemudian beliau bertanya "Bagaimana cara kalian membantu pihak kepolisian?". Lalu Valeno menjawab "Kami mengembangkan sebuah alat yang kami beri nama WWT-2055. Alat ini dapat membuat orang yang menggunakannya dapat melakukan hal di luar kemampuan mereka" jelasnya. Raut wajah Bapak Jendral terlihat kebingungan dengan penjelasan Valeno. Melihat raut wajah Bapak Jendral yang kebingungan Valeno menyuruh Yolland untuk mendemonstrasikan alat tersebut kepada Bapak Jendral.

Yolland berdiri dari tempat duduknya kemudian dia mengayunkan telapak tangannya pada gagang sebelah kanan kacamatanya. Lalu dia menengok ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu. Lalu dia melihat ada sebuah gelas yang didalamnya terdapat sendok besi. Kemudian dia mengambil sendok tersebut dan meminta ijin kepada Jendral. “Apakah sendok ini aman kalau meleleh?” tanyanya kepada Jendral. “Iya aman” jawab Jendral yang terlihat bingung. Setelah itu dia menekan gagang kacamata disebelah kiri dan mengarahkannya ke sendok tersebut. Lalu keluar cahaya laser dari kacamatanya yang melelehkan sendok tersebut.

Bapak Jendral terlihat kaget dan juga kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi. Kemudian Yolland menjelaskan bagaimana kacamatanya dapat mengeluarkan Cahaya Laser. "Kacamata ini bukanlah kacamata biasa. Kacamata ini dapat menyimpan cahaya matahari dengan bantuan teknologi yang ada pada kacamata ini. Kemudian cahaya matahari yang sudah disimpan dapat dirubah menjadi cahaya laser yang bisa mengahancurkan baja sekalipun" jelas Yolland. Mendengar penjelasan yang dikatakan oleh Yolland, Bapak Jendral masih terlihat bingung. Beliau masih tidak percaya kalau ada sebuah alat yang dapat melakukan hal tersebut.

Masih dengan rasa tidak percaya beliau bertanya "Sebenarnya siapa kalian dan bagaimana caranya kalian membuat alat itu?" tanya Jendral. "Bapak tidak perlu tahu siapa kami yang pasti kami datang kesini dengan niat yang baik. Tentang alat itu, terlalu rumit untuk dijelaskan jadi mohon maaf saya belum bisa menjelaskannya untuk saat ini" jawab Valeno tenang. "Kalau begitu berapa harga alat tersebut?" tanya Jendral lagi. Kemudian Valeno menjawab "Sebenarnya kami tidak berasal dari negara ini, Kami baru saja datang kesini dan kami tidak mempunyai tempat tinggal disini" jelasnya. Kemudian dia melanjutkan "Kami hanya akan tinggal disini selama tiga tahun saja setelah itu kami akan kembali ke negara asal kami" lanjutnya. "Jadi Kami tidak menginginkan uang, yang kami inginkan hanyalah sebuah tempat tinggal yang cukup untuk saya dan beberapa rekan saya yang lain dan juga kebutuhan kehidupan kami sehari-harinya selama tinggal disini." jawab valeno mengakhiri penjelasannya.

Setelah berbincang-bincang cukup lama akhinya Bapak Jendral menyetujui penawaran yang diberikan oleh Valeno. Kemudian Valeno menyampaikan “Dengan begitu kita sudah sepakat ya pak. Sebalumnya saya ingin menginfokan kalau ada 3 syarat sebelum kerjasama kita ini dilanjutkan” ucapnya. “Persyaratan yang pertama yaitu alat ini mempunyai beberapa jenis. Setiap jenisnya mempunyai kemampuan yang berbeda-beda tetapi alat ini tidak bisa dibuat secara massal karena komponen yang sangat rumit dan susah untuk ditemukan. Jadi setiap jenis dari alat ini hanya dibuat satu unit saja” lanjut Valeno. Bapak Jendral yang kaget dengan syarat pertama ini langsung bertanya “Bagaimana caranya alat ini bisa membantu kami dalam mengamankan negara kalau hanya bisa diproduksi satu unit saja?” tanyanya. “Bapak tenang saja, orang yang menggunakan alat ini setara dengan 100 orang pak. Jadi 1 alat sudah sangat cukup.” jawab Valeno meyakinkan. Melihat raut wajahnya yang meyakinkan Bapak Jendral pun akhirnya mencoba untuk percaya.

“Untuk persyaratan kedua yaitu alat ini hanya bisa digunakan oleh orang-orang dengan kualifikasi tertentu saja pak, jadi tidak bisa sembarangan orang yang menggunakannya. Karena kalau sampai orang yang tidak sesuai kualifikasi kami menggunakan alat ini, akan ada efek negatif untuk orang tersebut. Karena itu saya ingin membuat sebuah event yang bertujuan untuk mencari orang-orang yang kualifikasinya sesuai untuk menggunakan alat ini. Apakah bisa dibantu pak?” tanyanya kepada Jendral. “Baik, bisa diusahakan. Ada lagi?” jawab Jendral. “Kemudian saya juga ingin membuat sebuah organisasi dimana didalamnya hanyalah orang-orang yang sudah memenuhi kualifikasi untuk menggunakan alat ini. Detail organisasi yang saya inginkan akan saya infokan nanti setelah anggotanya terkumpul.” balasnya. Untuk persyaratan kedua ini Bapak Jendral tidak mempunyai masalah jadi beliau langsung menyetujuinya.

“Dan untuk syarat yang terakhir, saya tidak ingin alat ciptaan kami dipublikasikan karena saya takut akan mengundang hal-hal yang tidak diinginkan. Sayat tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya jadi lebih baik kalau alat ini dirahasiakan saja.” lanjutnya mengakhiri. Bapak Jendral pun setuju dengan persyaratan ketiga ini karena menurutnya alasannya itu masuk akal.

Akhirnya kesepakatan antara Bapak Jendral dan Valeno pun dibuat. Setelah itu Bapak Jendral berjanji secepatnya beliau akan mengurus tempat tinggal untuk mereka tinggali. Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama membicarakan tentang rumah seperti apa yang akan mereka inginkan mereka berdua pun pamit undur diri kepada Jendral. Sebelumnya Bapak Jendral menyuruh mereka untuk datang ke markas besar kepolisian tiga hari lagi agar mereka dapat diantar kerumah mereka.

Lanjut membaca
Lanjut membaca